Kode Etik

KODE ETIK

Kode etik merupakan bagian dari pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Kode etik mengatur tentang perilaku secara syariah, profesional, bertanggung jawab, wajar, patut,dan dapat dipercaya bagi Jajaran Bank, dalam melakukan hubungan bisnis baik dengan nasabah/calon nasabah, rekanan/calon rekanan, rekan sekerja maupun stakeholders lainnya.

 

POKOK-POKOK KODE ETIK

Jajaran Mandiri Syariah memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan Kode Etik ke dalam setiap perilaku, sehingga tidak akan merugikan masing-masing insan yang bersangkutan ataupun Perusahaan karena tingkah laku insan mencerminkan etika bisnis Perusahaan. Konten Kode Etik Mandiri Syariah terdiri dari:

 

1.  Benturan Kepentingan

Benturan kepentingan merupakan suatu kondisi yang anggota Jajaran Bank dalam menjalankan tugas dan kewajibannya mempunyai kepentingan di luar kepentingan dinas, baik menyangkut kepentingan pribadi, keluarga, maupun kepentingan pihak-pihak lain yang memungkinkan anggota Jajaran Bank tersebut kehilangan obyektivitasnya dalam mengambil keputusan sesuai kewenangan yang telah diberikan Bank kepadanya. Ruang lingkup terdiri dari:

  • Jajaran Bank wajib menghindarkan diri dari kegiatan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan.
  • Jajaran Bank harus bertindak terhormat dan bertanggung jawab serta bebas dari pengaruh yang memungkinkan hilangnya obyektivitas dalam pelaksanaan tugas atau mengakibatkan Bank kehilangan bisnis dan/atau reputasi.
  • Jajaran Bank dilarang menyalahgunakan corporate identity Bank. Corporate identity hanya dapat digunakan untuk kepentingan Bank dan dengan seizin Bank.

2. Larangan Risywah

Jajaran Bank harus dapat mengambil langkah tegas untuk tidak memberikan/menerima risywah kepada/dari nasabah/calon nasabah, rekanan/calon rekanan dan pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara terkait jabatannya sebagai jajaran Bank.

3. Kerahasiaan

  • Jajaran Bank wajib menjaga kerahasiaan setiap data atau informasi terkait Bank atau nasabah yang berhubungan dengan Bank dan hanya menggunakannya untuk kepentingan Bank.
  • Penyebaran data atau informasi terkait Bank dan nasabah yang berhubungan dengan Bank hanya dapat dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

4. Penyalahgunaan Jabatan

Jajaran Bank dilarang menyalahgunakan wewenang yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi atau pihak lain, baik dilakukan sendiri maupun mempengaruhi/ memaksa jajaran Bank lain untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku yang dapat menimbulkan kerugian pada Bank.

5. Perilaku Insiders

Jajaran Bank yang memiliki informasi tentang Bank dilarang memanfaatkan informasi dimaksud untuk kepentingan pribadi atau pihak lain yang dapat menimbulkan kerugian bagi Bank.

6. Integritas dan Akurasi Data Bank

  • Jajaran Bank, baik secara individu maupun Bersamasama harus berupaya untuk tidak terlibat dalam hal-hal yang dapat melemahkan atau menurunkan integritas sistem perbankan di Indonesia.
  • Jajaran Bank harus mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan bahwa dirinya tidakdiperalat untuk kegiatan kriminal dan/atau kegiatan tidak legal lainnya.
  • Jajaran Bank harus mawas diri dan menghindarkan keterlibatan Bank dalam kegiatan pencucian uang, termasuk secara individu tidak terlibat dalam penggunaan dan/atau perdagangan narkoba, atau kegiatan terorisme.

7.  Pengelolaan Rekening Pegawai

Jajaran Bank harus mengelola rekening kepegawaian yang dimilikinya secara bijak dan tidak memanfaatkan rekening tersebut untuk kegiatan terlarang.

8. Pernyataan Tahunan (Annual Disclosure)

Jajaran Bank wajib melakukan pengisian pernyataan tahunan dengan jujur dan dapat dipertanggung jawabkan.

9. Sanksi Pelanggaran/Ketidakpatuhan

 

KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK

Seluruh jajaran Bank, termasuk Dewan Komisaris dan Direksi wajib mematuhi pedoman Code of Conduct sebagai pedoman berperilaku, baik di dalam maupun di luar lingkungan Bank yang membawa citra Bank dengan penuh tanggung jawab. Pengenaan sanksi atas pelanggaran/ketidakpatuhan terhadap Code of Conduct mengacu pada peraturan kepegawaian yang berlaku.

 

PENYEBARLUASAN KODE ETIK

Sosialisasi Code of Conduct kepada seluruh jajaran manajemen dan pegawai dilakukan dengan membagikan buku pedoman Code of Conduct. Selain itu, juga melalui sosialisasi yang dilakukan oleh Direksi dan pejabat struktural di unit kerja masing-masing. Mandiri Syariah memiliki Program Pengenalan CoC yaitu dengan menginternalisasi CoC kepada pegawai baru melalui pelatihan guna memberikan pemahaman pengertian dari benturan kepentingan dan kewajiban untuk menghindari kondisi benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

 

UPAYA PENERAPAN DAN PENEGAKAN KODE ETIK

Upaya implementasi dan penegakkan kode etik Mandiri Syariah dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk komitmen dengan menandatangani Pakta Integritas. Penandatanganan Pakta Integritas Tahunan dilakukan oleh seluruh Dewan Komisaris, Direksi, serta Pejabat Eksekutif Mandiri Syariah dalam upaya penerapan pengendalian gratifikasi.

 

JENIS SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK

Pegawai yang melakukan pelanggaran sanksi disiplin dikenakan sanksi antara lain:

1.  Sanksi jenis pelanggaran disiplin ringan:

    a. Surat Teguran Satu (ST 1)

    b. Surat Teguran Dua (ST 2)

2.  Sanksi jenis pelanggaran disiplin sedang:

a. Surat Pelanggaran Satu (SP 1)

b. Surat Pelanggaran Dua (SP 2)

c. Surat Pelanggaran Tigas (SP 3)

3.  Sanksi jenis pelanggaran disiplin berat:

Pemberhentian/Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)